IPOL.ID- Nama Aurelie Moeremans kembali menjadi sorotan. Namun kali ini bukan karena karya seni atau penampilannya di layar, melainkan sebuah pengakuan mengejutkan yang ia tuangkan dalam buku berjudul Broken Strings.
Lewat memoir tersebut, Aurelie membuka bab paling kelam dalam hidupnya pengalaman menjadi korban grooming sejak usia remaja. Sebuah kisah yang selama ini tersembunyi di balik senyum dan pencapaian, kini ia ungkapkan dengan jujur dan tanpa filter.
Broken Strings bukan sekadar buku curhat. Di dalamnya, Aurelie menggambarkan bagaimana proses manipulasi emosional bisa terjadi secara perlahan, nyaris tak terasa. Sosok yang awalnya hadir sebagai pelindung, pendengar, dan pemberi rasa aman, perlahan berubah menjadi figur yang mengendalikan hidupnya.
Yang membuat kisah ini menggetarkan, grooming yang dialami Aurelie tidak diawali dengan ancaman atau kekerasan. Justru sebaliknya, semuanya dibungkus dengan perhatian, pujian, dan kedekatan emosional yang tampak tulus. Tanpa disadari, batasan pribadi mulai terkikis.
