IPOL.ID – Presiden Prabowo Subianto memberikan sejumlah koreksi terhadap desain pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur. Koreksi tersebut menitikberatkan pada fungsi kawasan untuk menyeimbangkan kondisi iklim yang panas, sekaligus mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan salah satu arahan yang disampaikan adalah penambahan embung sebagai bagian dari upaya pengendalian iklim mikro dan mitigasi risiko bencana.
“Misalnya sebuah kawasannya ini perlu diperhatikan desainnya dan fungsinya, misalnya penambahan embung-embung. Karena di sana kan, apa namanya masalah iklim itu kan satu panas, kedua, ada potensi karena di wilayah yang namanya pulau yang banyak hutan ada juga potensi kebakaran hutan,” katanya, Kamis (15/1).
Prasetyo menambahkan Presiden telah secara khusus meminta Kepala OIKN Basuki Hadimuljono untuk menyiapkan desain yang mampu mengantisipasi terjadinya karhutla di kawasan IKN.
Menurutnya, Basuki telah melaporkan kepada Presiden mengenai sejumlah metode pencegahan, termasuk pemasangan sensor panas di berbagai titik strategis untuk mendeteksi potensi kebakaran sejak dini.
