Ipol.idIpol.id
Aa
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Reading: Pengamat Sebut Biaya Pilkada Mahal Disebabkan Pelanggaran dari Kandidat
Share
Ipol.idIpol.id
Aa
Cari berita disini...
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Follow US
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Ipol.id > Politik > Pengamat Sebut Biaya Pilkada Mahal Disebabkan Pelanggaran dari Kandidat
Politik

Pengamat Sebut Biaya Pilkada Mahal Disebabkan Pelanggaran dari Kandidat

Farih
Farih Published 18 Jan 2026, 21:33
Share
1 Min Read
pemilu
Ilustrasi pemilu. Foto: Ipol.id
SHARE

IPOL.ID – Mahalnya biaya pemilu dan pemilihan kepala daerah (Pilkada) disebut karena banyaknya pelanggaran yang dilakukan kandidat.

Analisa itu disampaikan Direktur Eksekutif Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Saiful Mujani.

“Yang membuat ongkos pilkada menjadi mahal karena adanya pelanggaran hukum atau tindakan kriminal dari calon dengan membeli suara pemilih, partai, dan wewenang penyelenggara (KPU/KPUD),” ujarnya, Minggu (18/1/2026).

Menurutnya, praktik tersebut menggeser pemilu dan Pilkada dari ranah kepentingan publik menjadi kepentingan privat segelintir pihak. Akibatnya, pemilu yang seharusnya menjadi wilayah dan barang publik justru dibajak menjadi alat transaksi politik.

Baca Juga

Gedung DPR RI di kawasan Jakarta.(Foto istimewa)
Legislator Senayan Tegaskan Pilkada Lewat DPRD Belum Masuk Prolegda
PDIP Gelar Rakernas Bahas Wacana Kepala Daerah Dipilih DPRD
Wacana Pilkada Lewat DPRD Mengemuka, Benny Harman: Bukan Solusi!

“Pilkada sebagai wilayah dan barang publik dibajak menjadi wilayah dan barang private,” katanya.

Saiful menambahkan, persoalan mahalnya biaya politik tidak hanya terjadi dalam Pilkada, tetapi juga menjalar ke pemilihan anggota legislatif baik DPR maupun DPRD, bahkan hingga pemilihan presiden.

“Hal yang sama juga terjadi dalam pemilihan anggota legislatif dan pemilihan presiden,” tandasnya.

12Next Page
GN

Follow Akun Google News Ipol.id

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami
TAGGED: pemilu, pilkada
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram Copy Link
Previous Article hujan Intensitas Hujan Tinggi, BMKG Minta Masyarakat Waspadai Angin Kencang dan Petir
Next Article Proliga 2026 Proliga 2026: LavAni Hajar Bhayangkara Presisi

TERPOPULER

TERPOPULER
a1712646a074cbf559a297cd57a00041
HeadlineOlahraga

Duel Inter Milan vs Como di Leg 2 Semifinal Coppa Italia Dinihari, ini Prediksi Statistik dan Head to Head

Politik
PKS DKI Ajukan Pergantian Khoirudin dari Posisi Ketua DPRD
21 Apr 2026, 13:55
Headline
Anggaran IT Rp1,2 Triliun Jadi Sorotan, Kepala BGN Beri Penjelasan
21 Apr 2026, 14:45
Hukum
KPK Panggil Komisaris Mataram Inti Konstruksi dan Cakra Semesta Dalami Korupsi Proyek Jalur Kereta Api
21 Apr 2026, 17:13
Telkom
Dari Kesetaraan Menuju Dampak, Telkom Dorong Perempuan Ambil Peran di Garis Depan Kepemimpinan
21 Apr 2026, 14:11
Ipol.idIpol.id
Follow US

IPOL.ID telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor 1084/DP-Verifikasi/K/IV/2023
https://dewanpers.or.id/data/perusahaanpers

Copyright © IPOL.ID. All Rights Reserved.

  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Logo Ipol.id Logo Ipol.id
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?