IPOL.ID – Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah kembali menggelar Kajian Kamisan dalam rangkaian Serial Kesehatan dalam Islam.
Kajian kali ini mengangkat tema “Hubungan Marah dengan Kesehatan Kardio-Serebrovaskular”, yang menyoroti keterkaitan pengendalian emosi dengan kesehatan jantung dan pembuluh darah otak dalam perspektif Islam dan medis.
Dalam pemaparannya, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Agus Taufiqurrahman menegaskan bahwa kesehatan merupakan salah satu nikmat terbesar yang kerap luput dari rasa syukur. Ia mengutip sabda Rasulullah SAW tentang dua nikmat yang sering dilalaikan manusia, yakni kesehatan dan waktu luang.
“Kesehatan memang bukan segalanya, tetapi tanpa kesehatan, segalanya tidak bisa kita nikmati,” ujarnya pada Kamis (29/1/2025).
Agus menjelaskan bahwa dalam Islam, menjaga kesehatan bukan sekadar urusan fisik, melainkan bagian dari amal saleh. Kesehatan menjadi modal utama agar manusia tetap mandiri dan mampu menebar kemanfaatan, terutama ketika memasuki usia lanjut.
