IPOL.ID – Mesir dan Turki semakin mempererat hubungan bilateral mereka melalui penandatanganan perjanjian kerja sama militer. Kerja sama ini menyusul ketegangan di Timur Tengah khususnya hubungan Iran-AS dan penjajahan Israel atas Palestina yang semakin meningkat.
Dikutip Arab News pada Jumat (6/02/2026), para pengamat internasional menilai perjanjian ini dinilai akan mengubah lanskap geopolitik di Timur Tengah. Perjanjian yang disebut sebagai Military Framework Agreement ini ditandatangani di hadapan Presiden Abdel Fattah al-Sisi dari Mesir dan Presiden Recep Tayyip Erdoğan dari Turki, disaksikan juga oleh Menteri Pertahanan Turki, Yasar Guler.
“Kesepakatan ini merupakan bagian dari serangkaian nota kesepahaman yang lebih luas mencakup kerja sama militer, perdagangan, kesehatan, dan beberapa sektor ekonomi lain antara kedua negara,” demikian rilis resmi yang diterima media.
Dalam konferensi pers bersama setelah penandatanganan, kedua pemimpin mengungkapkan harapan bahwa hubungan strategis ini akan mampu meningkatkan stabilitas regional sekaligus memperkuat posisi kedua negara dalam menghadapi tantangan keamanan yang sedang meningkat. El-Sisi menekankan pentingnya kerjasama militer untuk mengatasi berbagai krisis di kawasan, seperti konflik di Gaza, perang saudara di Sudan, serta ketegangan di Libya dan Suriah.
