IPOL.ID – Peta kekuasaan di Iran memasuki babak baru setelah Pemimpin Tertinggi, Ali Khamenei dilaporkan tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel di Teheran, Sabtu (28/2).
Di tengah situasi genting tersebut, nama putra keduanya, Mojtaba Khamenei, mencuat sebagai kandidat utama pengganti Rahbar.
Sejumlah media Iran, termasuk kantor berita pemerintah Fars News Agency, menyebut Mojtaba telah lama dipersiapkan untuk posisi strategis itu.
Meski belum ada pengumuman resmi, laporan menyebut proses konsolidasi suksesi telah berjalan setidaknya dalam dua tahun terakhir.
Isu regenerasi kepemimpinan disebut mulai dibahas secara serius sejak 2024, ketika kondisi kesehatan Ali Khamenei memicu spekulasi internal. Media internasional, termasuk Bhaskar English, melaporkan adanya pembicaraan tertutup di tubuh Majelis Pakar pada 26 September 2024.
Majelis Pakar, yakni lembaga beranggotakan 88 ulama terpilih memiliki kewenangan konstitusional untuk menunjuk dan mengawasi Pemimpin Tertinggi. Dukungan dari kalangan ulama berpengaruh disebut menguatkan posisi Mojtaba, namun keputusan akhir tetap berada di tangan lembaga tersebut.
