IPOL.ID – Harga minyak mentah dunia kembali meroket pada perdagangan Senin (16/3) menyusul eskalasi perang antara Iran melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel yang kian berlarut. Ketegangan di kawasan Teluk ini memicu gangguan pasokan global terbesar dalam sejarah akibat lumpuhnya jalur distribusi utama.
Berdasarkan data perdagangan hari ini, kontrak berjangka minyak mentah Brent melonjak USD2,01 atau 1,95 persen ke level USD105,15 per barel.
Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS ikut terkerek naik USD1,61 atau 1,63 persen menjadi USD100,32 per barel.
Lonjakan ini memperpanjang reli harga minyak sepanjang Maret. Sejak awal bulan, kedua acuan harga tersebut telah meningkat lebih dari 40 persen dan menyentuh level tertinggi sejak 2022.
Kenaikan harga dipicu oleh keputusan Teheran menyetop seluruh pengiriman melalui Selat Hormuz, yang menjadi titik nadi yang dilalui seperlima pasokan minyak dunia, sebagai respons atas gempuran AS dan Israel.
Ketegangan meningkat setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan menyerang pusat ekspor minyak utama Iran di Pulau Kharg, yang mengelola sekitar 90 persen ekspor minyak negara tersebut. Ancaman ini menyusul serangan udara ke target militer Iran akhir pekan lalu.
