IPOL.ID – Harga minyak mentah dunia merosot tajam pada Selasa (7/4) malam menyusul pengumuman Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengenai penangguhan serangan terhadap Iran selama dua pekan, yang dibarter dengan pembukaan kembali Selat Hormuz.
Melansir data CNBC, kontrak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei merosot tajam lebih dari 16 persen ke level 94,47 dollar AS per barel.
Fenomena serupa terjadi pada patokan internasional, Brent Crude untuk pengiriman Juni, yang terjun bebas lebih dari 15 persen ke angka 92,21 dollar AS per barel.
minyak acuan global Brent Crude untuk pengiriman Juni turun lebih dari 15 persen menjadi 92,21 dolar AS per barel.
Gencatan senjata ini tercapai kurang dari dua jam sebelum tenggat waktu pukul 20.00 yang ditetapkan Trump. Sebelumnya, Trump sempat mengancam akan menghancurkan seluruh infrastruktur listrik dan jembatan di Iran, bahkan mengeluarkan retorika keras tentang “kematian peradaban” jika Teheran tidak segera membuka Selat Hormuz.
Titik balik terjadi setelah Trump melakukan diskusi dengan Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, yang bertindak sebagai mediator. Sharif berhasil meyakinkan Trump untuk memberi ruang bagi negosiasi, sementara Iran setuju membuka selat tersebut sebagai bentuk itikad baik.
