IPOL.ID – Isu krisis BBM dan energi yang terjadi belakangan ini dan tuntutan untuk transisi energi hijau terus mendorong para akademisi untuk melahirkan inovasi alternatif.
Menjawab sekaligus menunjukkan dukungan terhadap inovasi energi yang terbarukan dan berkelanjutan, dosen Departemen Teknik Material dan Metalurgi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Hosta Ardhyananta bersama timnya mengembangkan metode pembuatan bahan bakar alternatif berbahan baku kelapa sawit yang rendah emisi.
Melihat situasi geopolitik saat ini, di mana negara-negara di dunia, terutama ASEAN, sedang dihadapkan dengan kondisi krisis bahan bakar minyak (BBM). Rektor ITS Prof Bambang Pramujati menyampaikan, inovasi bensin sawit (Benwit) karya tim peneliti ITS tersebut bisa membantu pemerintah Indonesia untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.
“Ini kesempatan bagi pemerintah untuk mengembangkan sumber energi alternatif di tengah isu krisis bahan bakar akibat konflik di wilayah Timur Tengah saat ini,” tutur Bambang.
