IPOL.ID – Sutradara Wregas Bhanuteja kembali menghadirkan gebrakan lewat film Para Perasuk, sebuah karya yang tak hanya menghibur, tetapi juga menyelami sisi terdalam emosi dan perjalanan batin manusia. Diproduksi selama lebih dari dua tahun sejak 2024, film ini menjadi salah satu proyek paling personal sekaligus ambisius dalam kariernya.
“Sangat mengharukan buat saya karena proses film ini dimulai dari 2024, jadi sekitar dua tahun empat bulan,” ujarnya, dalam konferensi pers di XXI Epicentrum, dikutip Rabu (15/4/2026)
Film Para Perasuk sempat disalahpahami sebagai film horor. Namun, Wregas menegaskan bahwa karya tersebut justru berfokus pada obsesi manusia dan perjalanan emosional tokohnya.
“Ini bukan film horor, tapi tentang obsesi manusia, terutama tokoh Bayu yang ingin menjadi perasuk terbaik,” kata dia.
Cerita dalam film ini juga terinspirasi dari pengalaman pribadi sang sutradara terkait dunia spiritual sejak kecil, yang kemudian dikembangkan menjadi narasi yang lebih universal.
Proses produksinya tergolong kompleks, mulai dari penulisan hingga pascaproduksi. Beberapa adegan bahkan melibatkan hingga seribu figuran dalam rangkaian adegan besar yang membutuhkan koordinasi intensif.
