IPOL.ID – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem selama masa pancaroba atau peralihan dari musim hujan ke kemarau. Dalam periode 17 hingga 23 April 2026, hujan masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Indonesia dengan intensitas bervariasi.
BMKG mencatat, dalam beberapa hari terakhir, hujan dengan intensitas ringan hingga ekstrem terjadi di berbagai daerah. Curah hujan tertinggi terpantau di Jawa Barat mencapai 167,4 mm per hari, disusul Lampung 95 mm per hari, Papua Barat 87,8 mm per hari, Sumatera Utara 86,2 mm per hari, dan Riau 86 mm per hari.
Selain itu, hujan lebat juga terjadi di Maluku Utara, Sumatera Barat, Sulawesi Selatan, dan Bengkulu. Kondisi ini dipicu oleh aktivitas sejumlah gelombang atmosfer, seperti Rossby Ekuatorial, Kelvin, dan Mixed Rossby-Gravity (MRG), serta pengaruh Madden-Julian Oscillation (MJO) yang melintasi sebagian wilayah Indonesia.
“Perlambatan angin dan pemanasan permukaan yang cukup kuat pada siang hari turut mendukung terbentuknya awan konvektif yang berpotensi menimbulkan hujan,” tulis BMKG dalam keterangan resminya, Jumat (17/4/2026).
