Ipol.idIpol.id
Aa
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Reading: Indonesia Kembangkan Sistem Pengolahan Data Satelit NEO-1
Share
Ipol.idIpol.id
Aa
Cari berita disini...
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Follow US
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Ipol.id > Tekno/Science > Indonesia Kembangkan Sistem Pengolahan Data Satelit NEO-1
Tekno/Science

Indonesia Kembangkan Sistem Pengolahan Data Satelit NEO-1

Iqbal
Iqbal Published 17 Apr 2026, 14:25
Share
3 Min Read
Sebagai salah satu satelit Low Earth Orbit (LEO) tertua di dunia, LAPAN-A1 tersebut masih digunakan untuk melakukan riset dan eksperimen pengendalian satelit berorbit rendah
Sebagai salah satu satelit Low Earth Orbit (LEO) tertua di dunia, LAPAN-A1 masih digunakan untuk melakukan riset dan eksperimen pengendalian satelit berorbit rendah. Foto: BRIN
SHARE

IPOL.ID – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan sistem dekode dan ekstraksi data satelit Nusantara Earth Observation-1 (NEO-1).

Sistem ini mampu mengubah data mentah menjadi informasi siap pakai untuk pemantauan lingkungan, kebencanaan, dan analisis geospasial. Langkah ini menjadi bagian dari penguatan kemandirian teknologi antariksa nasional.

Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Teknologi Satelit (PRTS) BRIN, Suhermanto, menjelaskan bahwa data yang dikirimkan satelit ke bumi masih berupa sinyal mentah dalam bentuk bit-stream. Karena itu, data tersebut perlu melalui proses dekode, ekstraksi, dan rekonstruksi agar dapat menjadi data terstruktur. Penjelasan tersebut disampaikannya dalam Kolokium Seri 4 PRTS bertema “Dekode dan Ekstraksi Data Misi Satelit NEO-1 untuk Memperoleh Data/Produk Level-0” yang digelar secara hibrida di Kawasan Sains Ibnoe Soebroto, Rancabungur, Bogor, melansir Jumat (17/4/2026).

Ia menambahkan, pengolahan data satelit NEO-1 mengacu pada standar internasional Consultative Committee for Space Data Systems (CCSDS) yang digunakan secara luas oleh lembaga antariksa dunia. Standar tersebut memastikan data satelit dapat diproses secara konsisten dan kompatibel lintas sistem. Namun, implementasinya pada NEO-1 memiliki tantangan tersendiri karena satelit tersebut membawa hingga tujuh jenis sensor dengan karakteristik data yang berbeda.

Baca Juga

piala du
Indonesia Serius Bidik Piala Dunia 2030
Indonesia takluk 0-1 dari Malaysia di Piala AFF U17 2026, Bomber Mandul jadi PR Kurniawan
Rombongan Tim Piala Thomas & Uber 2026 Indonesia Terbang ke Horsen, Denmark 16 April

“Setiap satelit memiliki keunikan, termasuk NEO-1 yang membawa berbagai sensor dengan resolusi tinggi serta potensi data yang tercampur dalam satu berkas. Hal ini membutuhkan pendekatan pengolahan data yang lebih adaptif dan terintegrasi sehingga memudahkan operasionalnya,” ujar Suhermanto.

Untuk menjawab tantangan tersebut, BRIN mengembangkan modul dekode yang mampu memproses data berukuran besar bahkan hingga 32 gigabyte secara cepat dan efisien, termasuk pemisahan data dari berbagai sensor yang tercampur dalam satu aliran data.

Sistem tersebut dilengkapi berbagai fitur untuk meningkatkan kinerja, antara lain dukungan format keluaran seperti GeoTIFF, HDF5, dan NetCDF4, kompresi data tanpa mengurangi kualitas (lossless), serta kemampuan mendeteksi dan merekonstruksi gangguan data, seperti duplikasi atau hilangnya baris citra (scanline).

Produk yang dihasilkan berupa data level-0, yaitu data dasar yang telah tersusun rapi namun belum diolah lebih lanjut. Data tersebut menjadi dasar untuk pengolahan radiometrik dan geometrik hingga menghasilkan produk yang siap digunakan. Selain itu, dikembangkan pula sistem pengelolaan data yang terstruktur untuk meningkatkan efisiensi operasional dan distribusi data.

Pengembangan teknologi dekode ini merupakan bagian dari upaya strategis Indonesia dalam menguasai rantai pengolahan data satelit secara mandiri. Di masa depan, pengembangan modul tersebut akan terus disempurnakan, terutama pada tahap integrasi seluruh sensor serta peningkatan kinerja sistem.

“Melalui penguasaan teknologi ini, Indonesia diharapkan tidak hanya menjadi pengguna data satelit, tetapi juga mampu menjadi produsen dan pengelola data antariksa secara mandiri,” Suhermanto menegaskan. (ahmad)

GN

Follow Akun Google News Ipol.id

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami
TAGGED: Indonesia, Satelit NEO-1, Sistem Pengolahan Data
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram Copy Link
Previous Article Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo. Foto: Live streaming YT @kpkri KPK Periksa 2 Pejabat BI Terkait Kasus Korupsi Dana CSR
Next Article Presiden Prabowo Subianto.(Foto istimewa) Pulang dari Lawatan Eropa, Presiden Prabowo Gelar Ratas Terbatas Akselerasi Program Strategis Nasional

TERPOPULER

TERPOPULER
IMG 20260417 WA0027
HeadlineNews

Kepala Desa di Lumajang Dikeroyok, Alami Luka Bacok di Rumah Sendiri

HeadlineNasional
Pancaroba Ganas! BMKG Peringatkan Hujan Lebat & Cuaca Ekstrem Sepekan ke Depan
17 Apr 2026, 13:25
Hukum
KPK Periksa 2 Pejabat BI Terkait Kasus Korupsi Dana CSR
17 Apr 2026, 13:55
HeadlineOlahraga
Final Four Proliga 2026: Phonska Plus Pastikan Tiket Grand Final Usai Hajar  Jakarta Electric PLN
17 Apr 2026, 06:26
HeadlineOlahraga
FIFA Pastikan Timnas Iran Tampil di Piala Dunia 2026
17 Apr 2026, 10:03
Ipol.idIpol.id
Follow US

IPOL.ID telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor 1084/DP-Verifikasi/K/IV/2023
https://dewanpers.or.id/data/perusahaanpers

Copyright © IPOL.ID. All Rights Reserved.

  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Logo Ipol.id Logo Ipol.id
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?