IPOL.ID – Di tengah meningkatnya ancaman siber terhadap infrastruktur strategis global, penguatan keamanan nuklir menjadi semakin krusial. Transformasi digital pada fasilitas nuklir yang menghadirkan efisiensi operasional juga membuka potensi kerentanan baru, khususnya terhadap ancaman siber.
Menjawab tantangan tersebut, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Organisasi Riset Tenaga Nuklir (ORTN) mengirimkan peneliti untuk mengikuti pelatihan Regional Training Course on Computer Security Inspection for Physical Protection Systems yang diselenggarakan pada 25–27 Maret 2026 di Tokai, Jepang. Hal ini sebagai bentuk komitmen BRIN dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia dalam bidang keamanan nuklir.
Peneliti Ahli Pertama ORTN BRIN, Irvan Dwi Junianto, mengatakan bahwa pelatihan ini diselenggarakan oleh Japan Atomic Energy Agency melalui Integrated Support Center for Nuclear Nonproliferation, Security and Human Resource Development (ISCN), yang merupakan pusat unggulan dalam pengembangan kapasitas di bidang nonproliferasi dan keamanan nuklir. Irvan menjelaskan bahwa pelatihan tersebut berfokus pada peningkatan pemahaman teknis gterkait komputer dalam sistem proteksi fisik fasilitas nuklir.
