IPOL.ID – Ramai di media sosial beredarnya video yang memperlihatkan praktik pengobatan alternatif pada seorang balita di Palembang, Sumatera Selatan. Video tersebut memicu gelombang kritik dari warganet karena teknik terapi yang dinilai terlalu ekstrem dan berisiko bagi keselamatan anak.
Nampak dalam unggahan yang dibagikan akun TikTok milik @pakhaba.999, terlihat seorang balita tengah menjalani terapi “totok sirih” di sebuah tempat praktik. Berbeda dengan pijat bayi pada umumnya yang identik dengan sentuhan lembut, dalam video tersebut balita justru ditekan menggunakan alat berupa kayu pijat yang dibalut daun sirih.
Sorotan utama muncul dari cara terapis memberikan tekanan. Meski balita terlihat menangis histeris, terapis tetap melanjutkan tindakan dengan tekanan yang dinilai setara dengan terapi untuk orang dewasa.
Aksi tersebut langsung memicu kemarahan publik. Banyak warganet menilai metode tersebut tidak hanya tidak sesuai untuk anak-anak, tetapi juga berpotensi membahayakan kondisi fisik maupun psikologis balita.
