Ipol.idIpol.id
Aa
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Reading: BRIN Ciptakan EroSlide Berbasis IoT untuk Petakan Potensi Erosi dan Longsor
Share
Ipol.idIpol.id
Aa
Cari berita disini...
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Follow US
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Ipol.id > Nasional > BRIN Ciptakan EroSlide Berbasis IoT untuk Petakan Potensi Erosi dan Longsor
Nasional

BRIN Ciptakan EroSlide Berbasis IoT untuk Petakan Potensi Erosi dan Longsor

Iqbal
Iqbal Published 26 Apr 2026, 16:25
Share
3 Min Read
petakan longsor
SHARE

IPOL.ID – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan alat bernama EroSlide, merupakan singkatan dari erosi, longsor (sliding), dan deposisi. Alat ini dirancang untuk memantau berbagai parameter, seperti curah hujan, limpasan permukaan (runoff), infiltrasi, serta jumlah sedimen secara terintegrasi dan real time berbasis internet of things (IoT).

Perekayasa Ahli Utama Pusat Riset Teknologi Mineral BRIN, Nendaryono Madiutomo, menjelaskan EroSlide dilengkapi berbagai sensor, antara lain sensor curah hujan tipe tipping bucket, sensor beban (load cell) untuk mengukur sedimen, serta sensor aliran untuk menghitung limpasan air.

“Data yang dihasilkan kemudian dikirim dan diolah secara terpusat sehingga dapat digunakan untuk analisis lebih lanjut, termasuk pemetaan potensi erosi dan longsor,” katanya, dalam Diseminasi #7 Forum Diskusi “Seputar Mineral Strategis Indonesia”, melansir Minggu (26/4/2026).

Alat ini telah diuji di lahan miring dengan kemiringan cukup terjal dan menunjukkan kemampuan dalam merekam data secara kontinu. Ke depan, sistem ini akan dikembangkan dengan penambahan sensor lain, seperti kelembapan tanah, pH, dan suhu, guna meningkatkan akurasi analisis.

Baca Juga

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) bersama 14 BUMN kembali menghadirkan program kolaborasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BUMN Konservasi Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat Tahap 2. (istimewa/dok. ASDP).
ASDP Bersama 14 BUMN Bangun Kabupaten Raja Ampat Lebih Berkelanjutan
Mantul, Lima Prodi Fakultas Ilmu Kesehatan UIN Jakarta Kantongi Akreditasi Internasional
Kemenkes Gelar Operasi Katarak Gratis bagi Ratusan Warga di Wilayah Terpencil

Ia menambahkan teknologi ini berpotensi dikembangkan menjadi sistem peringatan dini longsor. Hal ini didasarkan pada keterkaitan erat antara intensitas erosi dan potensi terjadinya longsor di suatu wilayah.

Dengan pemahaman ilmu yang mendalam yang didukung teknologi inovatif seperti EroSlide, diharapkan pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan dapat dilakukan secara lebih efektif dan bijaksana. “Data yang akurat menjadi dasar penting dalam memprediksi potensi bencana serta mengidentifikasi nilai ekonomi suatu wilayah. Sehingga, pembangunan dapat berjalan selaras dengan kelestarian lingkungan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Nendaryono menjelaskan proses pengayaan mineral dan pelapukan tanah di lahan miring sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti curah hujan, kemiringan lereng, jenis tanah, serta kondisi lingkungan. Erosi, khususnya erosi air, berperan sebagai agen utama yang mempercepat degradasi lahan sekaligus mentransportasikan material dari hulu ke hilir.

“Erosi tidak hanya menyebabkan penurunan kualitas tanah di bagian hulu, tetapi juga memicu pengayaan mineral di daerah hilir akibat proses transportasi dan pengendapan material,” ujarnya.

Unsur hara tanah, baik makro seperti nitrogen, fosfor, kalium, kalsium, dan magnesium, maupun mikro seperti besi, mangan, seng, boron, tembaga, molibdenum, dan klorin, sangat rentan hilang akibat proses erosi. Kondisi ini berdampak langsung terhadap kesuburan tanah dan produktivitas lahan. (ahmad)

GN

Follow Akun Google News Ipol.id

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram Copy Link
Previous Article Atlet muda bulu tangkis Indonesia yang tampil penuh semangat di ajang BWF World Junior Mixed Team Championship 2025. Foto: Dok BNI Resmi, BWF Berlakukan Sistem Skor 15 x 3 Mulai 4 Januari 2027
Next Article petrosl Ilmuwan RI Kenalkan Petasol: Terobosan Ubah Sampah Plastik Jadi Energi Alternatif

TERPOPULER

TERPOPULER
Ilustrasi zodiak untuk minggu baru selalu membawa kemungkinan baru. Foto: Istcok @bymuratdeniz
Gaya hidup

Ramalan Zodiak Minggu Ini 26 April 2026: Cinta Menghangat, Keuangan Perlu Waspada

Olahraga
Kick-Off KLIC FEST 2026: Indonesia Becomes First Host in Asia
26 Apr 2026, 18:12
Politik
Legislator Golkar Soroti Potensi Pajak Kendaraan Listrik di Jakarta
26 Apr 2026, 14:47
News
Pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju Digelar Hari Ini
26 Apr 2026, 14:51
Ekonomi
BRI Consumer Expo 2026 Hadir di Surabaya, Solusi Lengkap Hunian, Kendaraan, hingga Liburan dalam Satu Event
26 Apr 2026, 12:21
Ipol.idIpol.id
Follow US

IPOL.ID telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor 1084/DP-Verifikasi/K/IV/2023
https://dewanpers.or.id/data/perusahaanpers

Copyright © IPOL.ID. All Rights Reserved.

  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Logo Ipol.id Logo Ipol.id
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?