IPOL.ID – Indonesia berada di wilayah rawan bencana merupakan suatu realitas strategis. Hal tersebut harus menjadi kekuatan nasional, khususnya di bidang penanggulangan bencana. Perubahan paradigma konsumsi teknologi perlu diubah menjadi paradigma untuk menciptakannya.
Hal itu pula disampaikan oleh Wakil Menteri (Wamen) Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard dalam seminar nasional Road to ADEXCO 2026 bertema Implementasi Kemandirian Inovasi Teknologi dan Industrialisasi Kebencanaan.
Pada kesempatan itu, Wamen Bappenas Febrian memberikan arahan sekaligus membuka acara di Jakarta, Rabu (29/4/2026). Melihat besarnya risiko bencana, dia berharap Indonesia menjadi kekuatan sebagai penyedia atau provider teknologi di bidang kebencanaan.
“Kita hidup di atas cincin api, kita berada di jalur gempa, menghadapi banjir, longsor, kekeringan, serta dihadapkan pada perubahan iklim secara simultan,” kata Wamen Bappenas, Febrian.
Dengan realitas yang tidak dapat dihindari tersebut, Wamen Bappenas Febrian meminta semua pihak bukan dalam posisi reaktif dan mengilustrasikan ketika bencana terjadi.
