IPOL.ID- Program tebus ijazah yang sudah berjalan beberapa tahun terakhir dari Pemprov DKI dipastikan terus berlanjut.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengungkapkan, pada semester pertama 2026, pembebasan atau pemutihan bisa lebih dari 2.000 ijazah milik siswa dari keluarga tidak mampu.
Penahanan ijazah akibat tunggakan biaya dinilai menjadi penghambat utama bagi para lulusan untuk mengakses dunia kerja formal.
“Semester pertama ini kami targetkan lebih dari 2.000 ijazah,” ujar Pramono di Jakarta, Rabu (6/5/2026).
Dikatakan Pramono, sepanjang 2025, Pemerintah DKI berhasil menebus sebanyak 6.000 lebih ijazah yang tertahan di sekolah. “Tahun lalu kami memutihkan 6.050 ijazah, mayoritas milik siswa dari keluarga tidak mampu,” urainya.
Politikus PDI Perjuangan ini menyebut program penebusan ijazah ini merupakan langkah prioritas untuk menjamin masa depan generasi muda di Ibu Kota. Dengan memegang ijazah asli, para lulusan diharapkan dapat segera terserap oleh pasar tenaga kerja dan memperbaiki taraf ekonomi keluarga mereka.
