IPOL.ID – Sembilan agenda utama untuk percepatan akses keuangan daerah (TPAKD) 2026 ditetapkan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.
Program kerja tersebut mencakup sembilan agenda utama yang dirancang sebagai instrumen strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, menurunkan tingkat kemiskinan, serta memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global yang inklusif.
Dalam arahannya, Pramono menegaskan seluruh program TPAKD 2026 harus berkontribusi terhadap pencapaian target makro pembangunan Jakarta, khususnya penurunan tingkat kemiskinan, pengurangan rasio gini, dan peningkatan pertumbuhan ekonomi.
“Dalam kondisi ekonomi saat ini, seluruh potensi yang dapat menggerakkan ekonomi harus kita optimalkan,” ujar Pramono, Rabu (13/5).
Menurutnya, sejalan dengan program Asta Cita Presiden, Pemprov DKI Jakarta menekankan pentingnya penciptaan lapangan kerja berkualitas, penguatan industri kreatif.
“Disamping pengembangan ekonomi kerakyatan yang memberi manfaat luas bagi masyarakat,” katanya.
Lebih lanjut, Pramono juga menyoroti dua agenda penting yang perlu diintegrasikan ke dalam program TPAKD. Pertama, pengelolaan sampah melalui skema insentif berbasis keuangan bagi hotel, restoran, kafe, hingga rumah tangga yang mampu mengelola sampah dengan baik. Kedua, pemanfaatan momentum penurunan jumlah RW kumuh melalui pemberdayaan masyarakat.
