Ipol.idIpol.id
Aa
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Reading: Dolar AS Masih di Level Rp17.800, BI Mengeluarkan Sederet Kebijakan Agresif
Share
Ipol.idIpol.id
Aa
Cari berita disini...
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Follow US
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Ipol.id > Ekonomi > Dolar AS Masih di Level Rp17.800, BI Mengeluarkan Sederet Kebijakan Agresif
EkonomiHeadline

Dolar AS Masih di Level Rp17.800, BI Mengeluarkan Sederet Kebijakan Agresif

Bambang
Bambang Published 29 May 2026, 10:05
Share
4 Min Read
ilustrasi dollar dan rupiah. shutterstock e1653018648523
SHARE

IPOL.ID-Rupiah masih belum mampu keluar dari tekanan. Dalam perdagangan pasar spot pada Kamis (28/5/2026), nilai tukar rupiah ditutup di level Rp17.846 per dolar AS atau melemah 0,25 persen dibanding sehari sebelumnya yang berada di posisi Rp17.801 per dolar AS.

Berbagai langkah sebenarnya sudah ditempuh Bank Indonesia (BI) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk menahan pelemahan mata uang Garuda. Namun, hingga kini hasilnya belum signifikan.

BI bahkan mengeluarkan sederet kebijakan agresif, mulai dari menaikkan BI Rate menjadi 5,25 persen, melakukan intervensi pasar valuta asing (valas), menerbitkan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), memperluas transaksi Local Currency Transaction (LCT), hingga memperkuat aturan devisa dan pengelolaan likuiditas rupiah.

Sementara itu, Kemenkeu juga aktif menjaga stabilitas pasar keuangan melalui intervensi di pasar Surat Berharga Negara (SBN), pengaktifan Bond Stabilization Fund (BSF), serta penggelontoran dana ke pasar obligasi dengan target mencapai Rp2 triliun per hari.

1234Next Page
GN

Follow Akun Google News Ipol.id

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami
TAGGED: BI Mengeluarkan, Dolar AS Masih di Level Rp17.800, Sederet Kebijakan Agresif
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram Copy Link
Previous Article IMG 20260529 WA0023 Kasus Erin Taulany Memanas, Sunan Kalijaga Pilih Mundur
Next Article IMG 20260529 WA0033 Kinerja Keuangan Kokoh, Likuiditas dan Permodalan BRI Terjaga di Level Memadai hingga Triwulan I 2026

TERPOPULER

TERPOPULER
Gedung Merah Putih KPK. Foto: Dok ipol.id/Yudha Krastawan
HeadlineHukum

Periksa 2 ASN, KPK Usut Aliran Uang Proyek DJKA Kemenhub

Hukum
Bantah Terima Aliran Uang Proyek Bibit Nanas, Pj Gubernur Sulsel: Alhamdulillah, Tidak Pernah Terbukti
29 May 2026, 05:17
Jakarta Raya
Berkurban 5 Ekor Sapi, Legislator PAN Tunjukan Komitmen untuk Bantu Rakyat
29 May 2026, 12:58
Headline
Jay Idzes Dipastikan Absen Bela Timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni 2026
29 May 2026, 19:15
Jakarta Raya
Polres Jaksel Gelar Razia Antisipasi Kejahatan Jalanan, Pencurian Motor dan Peredaran Narkoba
29 May 2026, 16:59
Ipol.idIpol.id
Follow US

IPOL.ID telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor 1084/DP-Verifikasi/K/IV/2023
https://dewanpers.or.id/data/perusahaanpers

Copyright © IPOL.ID. All Rights Reserved.

  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Logo Ipol.id Logo Ipol.id
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?