IPOL.ID – Anggota Komisi X DPR RI Lestari Moerdijat mendesak perbaikan ekosistem pendidikan vokasi di tanah air harus secara konsisten dan menyeluruh untuk mewujudkan peningkatan kompetensi lulusannya di pasar kerja.
Karena itu, langkah pemberian sertifikasi kompetensi merupakan langkah strategis, tetapi harus diikuti dengan perbaikan ekosistem pendidikan vokasi secara menyeluruh.
Pada 2026, Direktorat SMK Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyediakan kuota bantuan program sertifikasi bagi total 250.000 murid SMK di seluruh Indonesia.
Bantuan tersebut dibagi menjadi dua fokus utama, yaitu 150.000 murid untuk Sertifikasi Kompetensi (keahlian) dan 100.000 murid untuk Sertifikasi Bahasa Asing. Langkah itu merupakan bagian dari upaya meningkatkan daya saing lulusan vokasi.
Di tengah masih tingginya angka pengangguran lulusan SMK, Lestari yang juga Wakil Ketua MPR itu menilai, program tersebut belum cukup tanpa penguatan keterhubungan antara pendidikan dan industri.
“Peningkatan kualitas dan keterhubungan sekolah vokasi seperti SMK dengan sektor industri harus konsisten direalisasikan untuk menekan angka pengangguran,” ujar Rerie, sapaan akrab Lestari, dalam keterangan tertulisnya, kepada Parlementaria, di Jakarta, Selasa (2/6/2026).
