Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, kemarin (23/06/2026) dalam berbagai pernyataannya menegaskan bahwa negaranya tetap mempertahankan posisi terkait program nuklir. “Kami juga tidak menerima tuntutan baru yang dinilai merugikan kepentingan nasional negara kami,” ujarnya.
Di saat yang sama, Amerika Serikat justru membuka kembali jalur diplomasi dan memberikan pelonggaran sanksi sementara sebagai bagian dari proses negosiasi.
Dilansir IRNA dan sejumlah akun terverifikasi yang dekat dengan pemerintah Iran di X menggambarkan perkembangan tersebut sebagai kemenangan strategis. Narasi yang berkembang menyebut Iran berhasil bertahan dari serangan militer gabungan AS-Israel, mempertahankan struktur negara, serta memaksa lawan kembali ke meja perundingan tanpa menyerahkan kedaulatan nasionalnya.
Klaim kemenangan itu, dikutip The Guardian, juga diperkuat dengan keputusan Washington yang memberikan kelonggaran terhadap ekspor minyak Iran dan membuka ruang bagi Teheran untuk kembali mengakses sebagian aset yang sebelumnya dibekukan. Langkah tersebut dipandang pendukung pemerintah Iran sebagai bukti bahwa tekanan maksimum terhadap Republik Islam tidak mencapai tujuan yang diharapkan.
Di pihak lain, Israel menolak anggapan bahwa Iran telah memenangi konflik. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menegaskan negaranya tetap akan mengambil tindakan apabila menilai Iran kembali mengembangkan kemampuan yang mengancam keamanan Israel. Netanyahu juga berulang kali menyatakan bahwa tujuan utama Israel adalah mencegah Iran memperoleh senjata nuklir.
Meski demikian, sejumlah pengamat menilai hasil diplomasi terbaru menunjukkan bahwa tujuan awal untuk memaksa perubahan besar terhadap kebijakan Iran belum sepenuhnya tercapai. Beberapa analisis bahkan menyebut kesepakatan yang sedang dirundingkan memberi keuntungan politik dan ekonomi bagi Teheran setelah periode konflik yang panjang.
Perkembangan terbaru juga menunjukkan Iran dan Amerika Serikat telah mencapai kemajuan dalam pembicaraan yang mencakup kembalinya inspeksi internasional terhadap fasilitas nuklir Iran, pelonggaran sanksi, serta upaya meredakan ketegangan regional. Namun, Israel masih menyuarakan kekhawatiran terhadap hasil akhir perundingan tersebut.
Dengan situasi yang masih dinamis, klaim kemenangan Iran maupun keberhasilan strategi Israel dan AS masih menjadi perdebatan. Namun narasi yang paling menonjol dari kubu Teheran saat ini adalah bahwa Iran berhasil bertahan dari tekanan militer sekaligus memperoleh konsesi diplomatik yang sebelumnya sulit dibayangkan. (tim)

