IPOL.ID – Pemerintah secara masif menggeser fokus penanganan kesehatan dengan mengencangkan upaya pencegahan (hulu) guna menekan laju kasus stroke di Indonesia. Melalui Program Cek Kesehatan Gratis (CKG), pemerintah menargetkan dapat menjangkau 130 juta penduduk pada tahun ini, setelah berhasil mencatat 70 juta pemeriksaan pada tahun pertama pelaksanaannya.
Langkah preventif ini diambil sebagai respons atas tingginya fatalitas stroke yang kini menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia, dengan angka kematian mencapai sekitar 337.000 jiwa setiap tahun. Jumlah tersebut melampaui kematian akibat penyakit jantung maupun kanker.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan, dalam lima tahun mendatang, program skrining massal tersebut ditargetkan mampu menjangkau 280 juta penduduk atau sekitar 80 persen populasi. Fokus utamanya adalah mendeteksi secara dini hipertensi, diabetes, dan kolesterol tinggi yang menjadi faktor risiko utama stroke.
“Prevalensi hipertensi di Indonesia hampir 20 persen dan diabetes lebih dari 10 persen. Daripada menunggu sampai stroke terjadi, kita harus mengendalikan faktor risiko ini sedini mungkin,” ujar Budi saat memberikan arahan pada Indonesia Collaborative Neuro-Networks Summit (ICONNS) 2026 di Jakarta, Jumat (10/7/2026).

