IPOL.ID – Fakta baru terungkap dalam kasus ledakan yang terjadi di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Padang, Sumatera Barat. Densus 88 Antiteror Polri mengungkap pelajar berinisial R (17), yang diduga membawa bom rakitan ke lingkungan sekolah, mengaku belajar merakit bahan peledak melalui internet dan terinspirasi dari kasus ledakan di SMAN 72 Jakarta pada 2025.
Juru Bicara Densus 88 Antiteror Polri, Kombes Mayndra Eka, mengatakan pelaku mempelajari cara membuat bahan peledak secara mandiri melalui berbagai sumber daring sebelum akhirnya merakit perangkat tersebut di rumah.
“Pelaku juga mengaku mempelajari pembuatan bahan peledak secara daring dan terinspirasi oleh peristiwa bom di SMA Negeri 72 Jakarta pada tahun 2025,” kata Mayndra, Rabu (15/7/2026).
Dari hasil pemeriksaan awal, perangkat yang diduga bom rakitan itu dirakit sendiri oleh pelaku menggunakan bahan-bahan yang diperoleh secara daring. Proses perakitan dilakukan di rumah tanpa sepengetahuan orang tuanya.
Tak hanya itu, R juga mengaku bergabung dengan sejumlah grup daring yang membahas pembuatan bahan peledak. Namun, seluruh pengakuan tersebut masih didalami penyidik untuk memastikan kebenarannya.
