IPOL.ID- Menyambut hari ulang tahun (HUT) DKI kelima abad pada 2027 mendatang. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menargetkan penerbitan Obligasi Daerah senilai Rp3,5 triliun.
Instrumen pembiayaan tersebut diproyeksikan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur serta meningkatkan kualitas pelayanan publik.
“Rencana penerbitan Obligasi Daerah ini telah diusulkan dalam KUA-PPAS APBD Tahun 2027. Obligasi tersebut akan menjadi salah satu alternatif pembiayaan pembangunan daerah untuk mendukung berbagai proyek pelayanan publik,” ujar Gubenur DKI Jakarta, Pramono Anung, Selasa (21/7/2026).
Menurut politiai PDIP itu, obligasi Daerah direncanakan memiliki tenor maksimal tujuh tahun. Besaran kupon akan ditetapkan dengan mempertimbangkan kondisi dan dinamika pasar keuangan saat penerbitan sehingga pembiayaan tetap efisien dan kompetitif.
Dana hasil penerbitan Obligasi Daerah, kata Pramono akan difokuskan untuk pembangunan LRT Fase 1C Manggarai–Dukuh Atas, rumah sakit umum daerah (RSUD), unit sekolah baru, embung dan polder untuk pengendalian banjir, serta rumah susun.
