IPOL.ID – Perang Amerika Serikat (AS) melawan Iran ternyata sudah menelan biaya fantastis. Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengungkapkan, negaranya telah menghabiskan sekitar USD37,5 miliar setara Rp671 triliun sejak konflik dimulai lima bulan lalu.
Angka tersebut disampaikan Hegseth dalam sidang dengar pendapat di hadapan Komite Alokasi Anggaran Senat, Selasa waktu setempat, yang membahas permintaan tambahan dana Pentagon.
“Perkiraan yang kami miliki hingga hari ini adalah USD37,5 miliar,” kata Hegseth saat menjawab pertanyaan senator mengenai total biaya perang, dilansir Anadolu, Rabu (22/7).
Dalam sidang tersebut, Departemen Pertahanan AS mengajukan permintaan dana tambahan senilai USD67 miliar atau sekitar Rp1.199 triliun terkait perang melawan Iran.
Hegseth mengeklaim, kekuatan militer Iran saat ini berada di titik terlemah dalam satu dekade terakhir, bahkan mungkin terlemah dalam 47 tahun. Ia menyebut ribuan rudal balistik Iran telah berhasil dihancurkan.
Ketika didesak soal bagaimana Iran masih mampu mempersempit lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz, Hegseth mengungkapkan bahwa AS sebenarnya telah memindahkan 200 hingga 500 juta barel minyak secara diam-diam.
