Ipol.idIpol.id
Aa
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Reading: Mengusik Kerinduan Akan Tenis Meja Usai Konflik Berkepanjangan
Share
Ipol.idIpol.id
Aa
Cari berita disini...
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Follow US
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Ipol.id > Olahraga > Mengusik Kerinduan Akan Tenis Meja Usai Konflik Berkepanjangan
Olahraga

Mengusik Kerinduan Akan Tenis Meja Usai Konflik Berkepanjangan

Bambang
Bambang Published 03 Mar 2022, 16:03
Share
3 Min Read
IMG 20220303 WA0068
SHARE

IPOL.ID-Tragis nasib tenis meja Indonesia.  Sudah 11 tahun terus terlilit tigalisme hingga dualisme kepengurusan yang tidak juga tuntas.

Tidak ada yang mau mengalah dan selalu mengklaim paling sah. Baik itu  Pengurus Pusat Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PP PTMSI) pimpinan Oegroseno yang diakui Federasi Tenis Meja Internasional (ITTF) maupun Pengurus Besar Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PB PTMSI) pimpinan Pieter Layardi yang diakui KONI Pusat.

Dampak dari dualisme itu paling dirasakan atlet tenis meja. Jangankan menembus ajang Olimpiade seperti yang pernah diukir Toni Meringgi (Olimpiade Seoul 1988), Anton Suseno (Olimpiade Bercelona 1992 dan Olimpiade Athlanta 1996 dan Olimpiade Sydney 2000), dan Lingling Agustin (Olimpiade Barcelona 1992), Rossy Syech Abubakar (Olimpiade Barcelona 1992, Atlanta 1996 dan Sydney 2000) dan Ismu Harinto (Olimpiade Sydney 2000), generasi tenis Indonesia tak lagi bisa memperkuat Kontingen Indonesia pada SEA Games Kuala Lumpur, Malaysia 2017 dan SEA Games Manila, Filipina 2019. Yang lebih menyedihkan lagi cabang olahraga tenis meja tidak dipertandingkan pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2022 Papua.

123Next Page
GN

Follow Akun Google News Ipol.id

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami
TAGGED: dualisme kepengurusan yang tidak juga tuntas., ITTF tenis, Olahraga, PP PTMSI, Tenis Meja Usai Konflik Berkepanjangan
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram Copy Link
Previous Article Angelina Sondakh saat dibebaskan dari Lapas Pondok Bambu Jakarta Timur Rabu KPK Tanggapi Bebasnya Angelina Sondakh Usai Jalani Hukuman
Next Article satu 2 136 201 Gempa Susulan Tercatat di Pasaman Barat Sumbar

TERPOPULER

TERPOPULER
Ilustrasi Tanda Zodiak. Foto: Istock @bymuratdeniz
Gaya hidup

12 Ramalan Zodiak Hari Ini, Sabtu 9 Mei 2026: Cinta, Karier, dan Keuangan

Jakarta Raya
Gereja Santo Fransiskus Asisi Tebet Bersolek Jelang HUT ke-60
09 May 2026, 19:41
nofollow
Viral Video Remaja Diduga Mesum di Taman Balai Kota Panggul Trenggalek
09 May 2026, 16:33
Hukum
Pengusaha Heri Black Absen dari Panggilan KPK
09 May 2026, 10:18
Ekonomi
Tampil di FHA 2026, Dukungan BRI Bantu UMKM Asal Papua “Japamo” Tarik Minat Buyer Internasional
09 May 2026, 11:28
Ipol.idIpol.id
Follow US

IPOL.ID telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor 1084/DP-Verifikasi/K/IV/2023
https://dewanpers.or.id/data/perusahaanpers

Copyright © IPOL.ID. All Rights Reserved.

  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Logo Ipol.id Logo Ipol.id
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?