IPOL.ID – Di tengah situasi pasar minyak goreng yang masih labil, kebijakan pemerintah dalam menjaga harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng curah, dianggap sudah tepat. Karena, pengguna minyak goreng curah umumnya dari UMKM dan rakyat kelas menengah bawah. Pemerintah didorong meningkatkan edukasi sekaligus kualitas minyak goreng curah.
“HET sudah tepat. Pemerintah harus punya kebijakan untuk menjaga daya beli masayarakat. Peran ekonomi pengendali pasar, pemerintah mengendalikan mana yang perlu, bukan dikendalikan harga. Pemerintah harus memastikan agar HET minyak goreng curah tidak mengikuti pasar,” kata Peneliti Kebijakan Publik dari Institute for Development of Policy and Local Partnership (IDP – LP), Riko Noviantoro, Senin (21/03/2022).
Pengendalian harga terhadap minyak goreng curah dianggap sangat penting, mengingat demografi yang sebagian besar masih bertaraf menengah ke bawah, keberadaan minyak goreng yang terjangkau daya belinya sangat dibutuhkan oleh masyarakat.
Dalam kesempatan yang sama Riko mendorong pemerintah harus gencar mensosialisasikan bahwa minyak goreng curah tak membahayakan kesehatan, seperti informasi dikhawatirkan sebagian masyarakat selama ini.
