Ipol.idIpol.id
Aa
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Reading: Pihak Perbankan Termasuk Petinggi BRI Diperiksa Maraton di Gedung Bundar, Pengamat Tanggapi Begini
Share
Ipol.idIpol.id
Aa
Cari berita disini...
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Follow US
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Ipol.id > Headline > Pihak Perbankan Termasuk Petinggi BRI Diperiksa Maraton di Gedung Bundar, Pengamat Tanggapi Begini
HeadlineHukumNews

Pihak Perbankan Termasuk Petinggi BRI Diperiksa Maraton di Gedung Bundar, Pengamat Tanggapi Begini

Yudha
Yudha Published 11 Sep 2022, 14:51
Share
2 Min Read
IMG 20210917 WA0101
Direktur Eksekutif Indonesia Justice Watch (IJW), Akbar Hidayatullah. Foto: istimewa.
SHARE

IPOL.ID – Kejaksaan Agung (Kejagung) terus memeriksa pihak perbankan dalam kasus dugaan korupsi impor besi atau baja, baja paduan dan produk turunannya tahun tahun 2016-2021. Pekan lalu saja, setidaknya ada dua orang saksi dari pihak perbankan yang diperiksa di Gedung Bundar Kejagung.

Kedua saksi yang diperiksa di antaranya MPW selaku Asisten Fraud PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan CHB selaku Kepala Kantor Cabang Pembantu (KCP) Roa Malaka.

Menanggapi hal itu, Direktur Eksekutif Indonesia Justice Watch (IJW) Akbar Hidayatullah berpendapat, pemeriksaan kedua saksi dari pihak perbankan untuk kepentingan mengetahui aspek pembayaran. Mengingat dalam suatu kasus, biasanya perbankan hanya terlibat dalam aspek pembayaran.

“Mungkin (dari aspek pembayaran, red) bisa membantu penyidik dalam menentukan modus operandi kasus ini,” kata Akbar dalam perbincangannya dengan IPOL.ID, Minggu (11/9).

Baca Juga

Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan (Kejati Sumsel), Ketut Sumedana. Foto: Seksi Penkum Kejati Sumsel
Aspidum Kejati Sumsel Diperiksa Bidang Pengawasan Kejagung
Kejati Sulteng Didorong Kawal Program Nasional, Terutama SDA
Setelah 7 Tahun Buron, Terpidana Penggelapan Diringkus Satgas SIRI Kejaksaan

Kendati demikian, menurut Akbar, bukan berarti pihak perbankan bisa lolos dalam kasus tersebut. Akbar pun mengungkapkan beberapa alasan pihak perbankan dapat dimintai pertanggunggung jawaban hukum bila terseret suatu kasus.

“Kalau mereka terlibat langsung dalam transaksi tersebut, dan membantu mengalihkan sejumlah dana hasil transaksi tersebut,” jelas Akbar.

Sejauh ini, Kejagung telah menetapkan sembilan tersangka kasus korupsi impor baja. Para tersangka terdiri dari tiga tersangka perorangan dan enam tersangka korporasi.

Dari unsur perorangan, Kejagung telah menetapkan Tahan Banurea selaku Analis Muda Perdagangan Impor di Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri (Dirjen Daglu) Kemendag, Taufiq selaku manajer PT Meraseti dan Budi Hartono Linardi selaku pendiri PT Meraseti sebagai tersangka.

Sedangkan dari unsur korporasi, Kejagung telah menetapkan enam perusahaan importir sebagai tersangka. Keenam perusahaan itu yakni, PT Bangun Era Sejahtera, PT Duta Sari Sejahtera, PT Inti Sumber Bajasakti, PT Jaya Arya Kemuning, PT Perwira Aditama Sejati, dan PT Prasasti Metal Utama.(Yudha Krastawan)

12Next Page
GN

Follow Akun Google News Ipol.id

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami
TAGGED: Kapuspenkum, kejaksaan agung, Korupsi Impor Besi atau Baja, Perbankan
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram Copy Link
Previous Article Pertamina Bantu 455 UMKM Binaan Go Global Ini Strateginya 1 Pertamina Bantu 455 UMKM Binaan Go Global, Ini Strateginya
Next Article 6a2161ae 5fe5 4355 b7e4 dd297feca9f9 Kepulauan Mentawai Dua Kali Diguncang Gempa, Sejumlah Bangunan Rusak dan Warga Terluka 

TERPOPULER

TERPOPULER
Sejumlah panitia HUT Gereja Santo Fransiskus Asisi Tebet, Jakarta Selatan, bersama tim konservasi museum melakukan perawatan memoles bahan alami berbagai perabot yang ada di dalam gereja Paroki Tebet pada Jumat (8/5/2026) malam. Foto: Joesvicar Iqbal/ipol.id
Jakarta Raya

Gereja Santo Fransiskus Asisi Tebet Bersolek Jelang HUT ke-60

Headline
Prabowo Bakal Bangun Desa Nelayan Modern di Miangas, Lengkap Cold Storage hingga SPBU Khusus
09 May 2026, 20:23
HeadlineOlahraga
Menpora Erick: Jangan Ragukan Komitmen Presiden Prabowo untuk Pembangunan Olahraga Nasional
09 May 2026, 22:37
Headline
Buntut DC Prank Damkar di Semarang, Indosaku Didenda Rp875 Juta
09 May 2026, 18:05
Nusantara
Satu Korban Erupsi Gunung Dukono Ditemukan
09 May 2026, 20:41
Ipol.idIpol.id
Follow US

IPOL.ID telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor 1084/DP-Verifikasi/K/IV/2023
https://dewanpers.or.id/data/perusahaanpers

Copyright © IPOL.ID. All Rights Reserved.

  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Logo Ipol.id Logo Ipol.id
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?