TPP Pordasi DKI Minta Semua Anggota Bersatu untuk Kemajuan Bersama

indoposonline.id – Sekretaris Tim Penjaringan dan Penyaringan Calon Ketua Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (TPP Pordasi) DKI Jakarta, Robby F. Asshiddiqie menyayangkan sikap Dicky Kamsari terkait hasil calon Ketua Pordasi DKI.

Sebelumnya pada wartawan, kata Robby, Dicky mengaku telah menjalin hubungan dengan Plt Ketua Pordasi DKI Jakarta, Lucky Sastrawiria dengan para pendukungnya menyampaikan jika Lucky tidak mau menandatangani notulen rapat yang dipimpin oleh Lucky sendiri.

Robby khawatir, jika upaya memecah belah Pordasi ini akan merugikan iklim olahraga berkuda di DKI Jakarta. “Yang kita pilih itu ketua yang meneruskan sisa dua tahun Almarhum doang. Saya khawatir, pecah belah begini malah merugikan olahraganya,” kata Robby kepada wartawan, Rabu (30/6/2021).

Dicky Kamsari adalah salah satu bakal calon ketua namun tidak lolos kelengkapan administrasi. Robby menjelaskan, TPP tidak meloloskan Dicky karena salah satunya tidak adanya Surat Keterangan Sehat Rohani.

“Ini penting lho. Di AD/ART mensyaratkan ketua itu rohaninya harus sehat. Pembuktiannya dengan apa? ya Surat Keterangan Sehat Rohani. Kenapa harus dari rumah sakit pemerintah, karena hasil pemeriksaannya pasti lengkap. Bukan cuma selembar kertas. Semua pemimpin jiwanya harus sehat dulu lho. Itu caleg, bupati, gubernur, presiden dimintain semua hasil pemeriksaannya (kesehatan),” tandasnya.

Untuk itu, Robby mengajak semua elemen masyarakat berkuda di DKI Jakarta. Untuk bersatu agar rencana kerja Pordasi DKI Jakarta sejak 2019 yang lalu tidak dirusak oleh oknum tidak bertanggung jawab.

“Saya mengajak seluruh masyarakat berkuda di lingkungan Provinsi DKI Jakarta, senior-senior di Pordasi DKI Jakarta untuk bersatu, agar dapat menuntaskan Program Kerja 2019-2023 dengan semangat persatuan dan sportifitas,” ujarnya.

Selain itu, dia menerangkan, Dicky sejak 2020 menjabat sebagai Ketua Prodasi Bali berdasarkan Musyawarah Provinsi yang diselenggarakan di Gedung Amanaid, Denpasar Utara. Ini semua diakui langsung sama Pak Dicky.

“Ada aturannya (untuk menjadi caketum) memang tidak boleh sedang menjabat sebagai ketua organisasi keolahragaan,” tutup Robby. (ibl/msb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here