Lebih jauh Wibisono juga merasa prihatin kondisi olahraga renang saat ini sebelum pandemi, hingga di tengah pandemi yang minim prestasi dan minus aktifitas kejuaaran. ”Saya mendengar prestasi olahraga Indonesia sedikit menurun dan mati suri,” kata Wibisono.
”Kenapa mati suri? karena tidak ada kejuaraan-kejuaraan bersifat nasional maupun internasional di Indonesia dan mungkin itu membuat prestasi kita menurun,” lanjutnya. ”Dari segi pembinaan kita melihat apa yang salah, karena potensi bibit perenang (muda) sudah seperti sepak bola, banyak. Semua orang dipelosok hampir bisa berenang,” ujar Wibisono.
Pandemi bukan menjadi alasan untuk tidak beraktifitas dengan mematuhi protokol kesehatan ketat. Oleh karena itu, Wibisiono optimis jika terpilih ia ingin membangkitkan kembali pembinaan para atlet dan menggiatkan kejuaraan bertarap nasional dan internasional. Meskipun sang pengusaha tahu, kepemimpinan Ketua Umum PB PRSI saat ini Anindya Bakri telah optimal.
”PR (Pekerjaam Rumah)nya saat ini harus diperbanyak kejuaraan, dulu saya dengar ada KRAPSI (Kejuaraan Renang Antar Perkumpulan Seluruh Indonesia) tapi sekarang tidak ada lagi, padahal klub klub renang sangat menjamur,” tukas pria kelahiran Surabaya, 1 Desember 1973.
