Anggoro menambahkan, untuk merespon tantangan tersebut Direksi BPJAMSOSTEK akan menjalankan lima program prioritas, yaitu: Kemudahan daftar dan bayar iuran BPJAMSOSTEK. Implementasi pelaksanaan program JKP (Jaminan Kehilangan Pekerjaan). Utilisasi aplikasi digital yang akan dinamakan J-Mo (Jamsostek Mobile). Penguatan infrastruktur (IT, SDM dan cost competitiveness). Peningkatan kualitas dan integrasi data.
”Dari sisi kepesertaan, kami akan fokus memberikan dan memastikan kemudahan pendaftaran dan pembayaran bagi peserta. Kedua, fokus utama tahun ini adalah implementasi program baru yakni JKP. Dari sisi layanan, kami akan rebranding layanan mobile dan mengembangkan layanan fully digital yang memanfaatkan teknologi biometric. Kami juga sangat concern dengan data dan kolaborasi. Dalam hal ini, kami akan meningkatkan kualitas data dan membuka ruang untuk integrasi dengan program JKN,” jelas Anggoro.
Senada dengan Dirut BPJAMSOSTEK, Ketua Dewan Pengawas BPJAMSOSTEK Muhammad Zuhri menyampaikan siap bekerja sama dengan jajaran direksi untuk memastikan kinerja BPJS Ketenagakerjaan dan kesejahteraan pekerja di masa yang akan datang.
