Dengan adanya keputusan itu, keabsahan FHI sudah lengkap karena sebelumnya sudah tercatat sebagai anggota Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), w Olimpiade Indonesia (KOI/NOC Indonesia) dan mendapat pengakuan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). “PP FHI juga mebfucaokan terima kasih atas dukungan KOI/NOC Infonesua, KONI Pusat dan Kemenppra yang telah memberikan dukungan sehingga bisa diterima FIH,” ujarnya.
Ya, perjuangan Yus Adi Kamrullah memang patut diapresiasi. Pasalnya, pria kelahiran 19 April 1964 ini dengan penuh kesabaran dan ketenangan menyikapi tidak diperkenankannya Tim Nasional (Timnas) Hockey Indonesia tampil di SEA Games Manila 2019 karena adanya gugatan keanggotaan FHI dari PHSI. Dia lebih memilih berjuang lewat prosedur untuk mendapatkan pengakuan dari FIH dengan menunjukkan fakta-fakta kinerja FHI dalam membangun olahraga Hoki di Indonesia.
“Sudahlah tak perlu diingat lagi masa lalu. Bagaimanapun kita harus menghargai semua orang yang telah berjasa dalam membangun Hoki Indonesia karena kita semua adalah keluarga besar masyarakat Hoki. Yang pasti, sejarah baru Hoki Indonesia sudah dimulai dan kita harus memikirkan bagaimana prestasi olahraga Hoki Indonesia bisa lebih baik lagi ke depan dan mampu membawa nama harum bangsa dan negara di ajang single dan multi event internasional,” kata Yus Adi Kamrullah yang selalu tersenyum.
