Untuk menghadapi persaingan tersebut, Presiden Jokowi mengatakan seberapa besar belanja teknologi dapat bermanfaat bagi masyarakat.
“Belanja teknologi harus diperlukan sebagai belanja investasi. Kita garis bawahi ini dan harus jelas manfaatnya, terutama manfaat publik, manfaat bagi masyarakat, dan negara,” ujar Presiden Jokowi.
Selanjutnya para perencana juga diminta untuk menghitung kontribusi investasi terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi tersebut untuk perkembangan teknologi di dalam negeri.
“Harus dihitung return of investment-nya sehingga bisa berkelanjutan terus,” ujar Presiden Jokowi.
Presiden Jokowi juga mencontohkan sejumlah penggunaan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam berbagai bidang.
“Ketika pelayanan, pendidikan, dan bisnis ritel, tidak bisa secara luring, kita harus berubah cepat menggunakan instrumen online, instrumen daring. Ketika kita butuh data yang cepat, data yang akurat, data yang terintegrasi, yang kita butuhkan adalah teknologi digital, ketika kita butuh obat, vaksin, alat-alat kesehatan, yang kita butuhkan untuk cepatnya adalah kita butuh teknologi,” ujar Presiden Jokowi.

