Namun, dalam kasus yang jarang terjadi, flu burung memang dapat memicu wabah besar di antara orang-orang. Sehingga pemantauan untuk kasus infeksi baru tetap sangat penting untuk kesehatan masyarakat, menurut CDC AS. Misalnya, flu burung terakhir yang menyebabkan wabah signifikan di antara manusia adalah H7N9.
Majalah Science melaporkan, virus ini menewaskan lebih dari 300 orang pada 2016 dan 2017. Strain virus itu memiliki tingkat fatalitas kasus sekitar 40%, menurut jurnal CDC Morbidity and Mortality Weekly Report edisi 2016.
Dan pada tahun 1957, virus flu burung H2N2 bertukar gen dengan virus flu manusia dan memicu pandemi. Bukti menunjukkan jenis flu yang menyebabkan pandemi 1918, H1N1, juga berasal dari burung. Ini membantah beberapa penelitian lama yang menyatakan virus itu berasal dari campuran virus manusia dan babi.
Awal tahun ini, pihak berwenang Rusia melaporkan kasus pertama yang diketahui dari virus flu burung yang disebut H5N8 berpindah dari unggas ke manusia. Tujuh pekerja di sebuah pabrik unggas terkena strain ini, tapi tidak ada bukti penularan dari manusia ke manusia, yang berarti virus menyebar langsung dari unggas ke pekerja dan tidak menyebar dari pekerja ke manusia lain.
