Suasana kunjungan itu terlihat semakin hidup tatkala Yanti Airlangga melontarkan penolakannya dipanggil ibu oleh atlet Pelatda DKI Jakarta. “Tolong jangan panggil saya ibu tapi cukup panggil ‘sister’. Panggilan itu lebih familiar dalam dunia olahraga,” candanya.
Dalam kunjungan itu, Yanti Airlangga memberikan motivasi bagi atlet DKI Jakarta untuk bisa meraih prestasi puncak pada PON Papua 2021. “Pengprov DKI Jakarta itu kan sudah melahirkan juara dunia sepetti Edgar Xavier Marvello. Jadi, saya berharap Tim Wushu DKI Jakarta bisa meraih gelar juara di PON nanti,” pintanya.
“Saya mengucapkan terimakasih kepada bu Yanti Airlangga selaku Ketua Dewan Pembina yang telah melakukan kunjungan dan memberikan motivasi kepada atlet pelatda wushu DKI Jakarta yang dipersiapkan untuk PON Papua 2021,” timpal Gunawan Tjokro.
Menurut Gunawan Tjokro, perhatian Yanti Airlangga terhadap wushu tidak jauh berbeda dengan Ketua Umum PB WI, Airlangga Hartarto. “Motivasi yang diberikan Bu Yanti Airlangga ini mengingatkan saya dengan kebiasaan Pak Airlangga yang selalu melakukannya saat melepas atlet wushu Indonesia untuk mengikuti single dan multi event internasional,” pujinya. (bas)
