Direktur Kota Kasablanka, Lusiana menyatakan, pihaknya mengapresiasi atas adanya program vaksinasi bagi Asosiasi dan menyatakan kesiapannya untuk membuka pintu menjadi sentra vaksinasi.
Melihat antusiasme masyarakat begitu tinggi untuk vaksinasi. “Kami turut senang dapat berperan aktif dan memfasilitasi pelaksanaan vaksinasi bersama dengan Kadin,” ungkapnya.
Menurut Lusiana, hingga Mei 2021, Kota Kasablanka telah tiga kali menjadi sentra vaksinasi bagi lebih dari 12.500 peserta yang terdiri dari lansia, UMKM dan pelayan publik. Hal ini tentu akan terus dilakukan agar distribusi vaksin dapat sampai ke masyarakat secara merata.
Dia menerangkan, sebelum melakukan vaksinasi, peserta tentu harus memenuhi sejumlah syarat terlebih dahulu seperti kondisi dalam keadaan sehat dan sedang tidak dalam pengobatan apapun. Peserta juga diharuskan melakukan pemeriksaan medis singkat melalui wawancara dengan petugas kesehatan dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik (tensi, nadi, suhu).
Bagi peserta yang telah divaksin akan diminta menunggu diruang obesrvasi selama 15 – 30 menit. Pasca penyuntikan guna melihat efek samping atau KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi). Jika terdapat peserta yang mengalami efek samping, maka petugas dan panitia akan segera membawa peserta tersebut menuju ICU ke Rumah Sakit yang telah ditunjuk menggunakan ambulans yang bersiaga di area Kota Kasablanka.

