Messager dan rekan menggabungkan data aliran sungai dari situs di seluruh dunia dengan informasi yang menggambarkan hidrologi, iklim, geografi fisik dan tutupan lahan di situs tersebut, untuk memodelkan kemungkinan bahwa air tidak mengalir setidaknya satu hari per tahun. Mereka kemudian memperluas prediksi mereka ke semua segmen aliran yang direkam dalam database jaringan aliran global (RiverATLAS)2.
Penulis melaporkan bahwa 51–60% sungai di dunia tidak mengalir setidaknya selama satu hari per tahun, dan 44–53% dari panjang aliran global kering setidaknya selama satu bulan (sekitar 30 hari) setiap tahun. Pemodelan mereka menunjukkan bahwa aliran non-perenial terjadi di semua iklim dan bioma di setiap benua. Model tersebut juga menunjukkan bahwa 95% jaringan sungai di daerah panas dan kering —yang mewakili 10% dari daratan global — mengering setiap tahun.
Yang mengherankan, segmen sungai besar, seperti Sungai Niger di Afrika Barat, diprediksi akan mengering di daerah gersang ini. Prevalensi luas sungai non-perenial di lokasi tersebut menyoroti bagaimana bahkan sungai yang tidak mengalir terus menerus secara substansial mempengaruhi ketersediaan air dan kualitas air. Hasilnya menekankan perlunya peta yang lebih rinci dari aliran abadi dan non-abadi pada skala regional dan lokal, dan untuk studi lebih lanjut tentang bagaimana aliran non-abadi memengaruhi ketersediaan dan kualitas air secara keseluruhan.
