“Wilayah tersebut akan memasuki musim hujan pada September hingga November tahun ini. Pemda dan masyarakat diharapkan untuk mengantisipasi potensi bahaya hidrometeorologi selama musim hujan. Pantauan BMKG, wilayah Sulawesi akan mengalami musim hujan lebih basah dari normal,” katanya.
Berdasarkan analisi inaRISK, Kabupaten Sigi termasuk 13 wilayah administrasi kabupaten dan kota di Provinsi Sulawesi Tengah yang memiliki potensi bahaya banjir dengan kategori sedang hingga tinggi. Oleh karena itu, semua pihak perlu mewaspadai potensi bahaya seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang maupun kekeringan.
Hal tersebut perlu disikapi sejak dini mengingat beberapa faktor alam maupun nonalam yang dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti intensitas hujan tinggi, daerah aliran sungai (DAS) yang kritis, perilaku manusia, atau pembangunan yang tidak memperhatikan pengelolaan risiko. Dengan informasi cuaca dan iklim dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), upaya kesiapsiagaan dan pencegahan dapat dilakukan dengan lebih optimal, memanfaatkan sumber daya yang dimiliki oleh setiap daerah. (ibl)
