Berbeda dari yang digelar sebelumnya hanya diikuti siswa kelas empat SD, kini PTM Terbatas dimulai pada sekolah tingkat Paud dan TK hingga SMA sederajat, baik negeri maupun swasta. “PTM Terbatas ini tentu harus menerapkan protokol kesehatan yang ketat di setiap sekolah. Setiap sekolah harus menyediakan fasilitas antara lain wastafel, menerapkan 50% kapasitas siswa dalam satu kelas, thermo gun (alat pengukur suhu), hingga pengaturan jarak antar siswa minimal 1,5 meter,” ujar Sri kepada wartawan, Minggu (29/8).
Sebelum adanya penetapan sekolah yang memuai PTM terbatas ini, Sri memastikan setiap sekolah yang mengajukan sudah melalui proses assesment (penilaian evaluasi). Begitu pun baik kepala sekolah maupun tenaga pendidik (guru) harus mengantongi sertifikasi pembelajaran campuran (blended learning) yang diterapkan dalam PTM Terbatas ini.
“Pelaksanaan PTM Terbatas ini tetap mengedepankan protokol kesehatan. Pelajaran yang membutuhkan praktek seperti olahraga masih ditiadakan atau tetap secara daring (dalam) jaringan. Praktik hanya dilakukan pada SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) dengan penerapan protokol kesehatan,” tuturnya.
