Selebihnya harus menerima keadaan: kembali pulang ke rumah masing-masing. Sambil cemas. Waswas. Menunggu nasib.
Kedutaan Amerika di sana segera mengeluarkan pengumuman: yang boleh ke bandara hanyalah yang sudah mendapat pemberitahuan.
Bandara pun kembali sunyi.
Belum ada pemerintahan apa pun di Afghanistan –sejak presiden hasil Pemilu lari meninggalkan negara itu hari Minggu lalu. Tapi sudah beredar di medsos agar semua penduduk tetap di rumah masing-masing. Rumah juga harus dikunci. Agar tidak menjadi sasaran penjarahan dan perampokan.
Selebihnya aman. Tidak ada laporan tindak kekerasan. Sampai tadi malam, menurut pantauan media di Pakistan dan India, Afghanistan tetap aman. Duta Besar Indonesia di Kabul, Mayjen Arif Rachman, juga menyatakan baik-baik saja. Saya menelepon sang duta besar kemarin.
Para pemimpin Taliban sedang berunding dengan tokoh-tokoh non-Taliban –untuk membentuk pemerintahan baru. Mereka akan dilibatkan di pemerintahan. Para wanita dijamin keamanan mereka. Gadis-gadis yang sudah waktunya sekolah sudah diminta kembali bersekolah –di zaman Taliban lama mereka dilarang sekolah.
