Ipol.idIpol.id
Aa
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Reading: Hitung Emir
Share
Ipol.idIpol.id
Aa
Cari berita disini...
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Follow US
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Ipol.id > Disway > Hitung Emir
DiswayInternasional

Hitung Emir

Iqbal
Iqbal Published 18 Aug 2021, 06:30
Share
7 Min Read
DISWAY
SHARE

Saya juga ke Peshawar. Kota yang berdekatan dengan perbatasan Afghanistan. Saya ingin menyeberang ke Kandahar dan Kabul dari Peshawar. Tapi tidak berhasil. Di Peshawar saya banyak bertemu dengan orang-orang Pastun. Baik yang mengungsi mau pun yang sudah turun-temurun di Pakistan.

Di Amerika, terutama di Michigan, saya juga bertemu beberapa orang Pastun. Saya selalu diskusi mengenai Afghanistan dengan mereka. (Tulisan Dahlan Iskan saat bertemu orang Pastun di AS bisa dibaca di sini: Masjid di Depok-nya Dallas.

Saya juga pernah bertemu pejuang Taliban nan Pastun di Tashkent, Uzbekistan.

Mereka tahu, saya menginap di hotel Tashkent. Malam-malam mereka mengetuk pintu. Mereka, tiga orang, memaksa masuk kamar –sambil membisikkan kata-kata rahasia yang saya tidak mengerti.

Baca Juga

polisi arab saudi tangkap
Polisi Saudi Tangkap 18 Warga Pakistan dan Afghanistan di Mekkah: Palsukan Iqama, Kartu Nusuk, dan Gelang Haji
Analisis BMKG: Gempa M 6.0 di Afghanistan Dipicu Sesar Chaman Fault
Lebih dari 600 Orang Tewas Akibat Gempa di Afghanistan

Ternyata mereka pejuang Taliban. Mereka menginginkan dolar Amerika. Saya bisa tukar uang rubel kepada mereka. “Rate-nya lebih baik,” kata mereka.

Malam itu saya ketakutan. Maka saya beri mereka 200 dolar. Saya menerima satu gebok uang rubel. Banyak sekali. Waktu itu Uzbekistan masih menjadi bagian Uni Soviet yang komunis. Saya tidak bisa menghabiskan uang itu. Tidak banyak barang yang bisa dibeli selama di Tashkent, Moskow maupun di St Petersburg. Segebok rubel itu saya tinggal di kamar hotel –ketika saya pulang ke Indonesia. Hanya sebagian saya bawa pulang untuk kenangan.

Previous Page123456Next Page
GN

Follow Akun Google News Ipol.id

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami
TAGGED: afghanistan, Dahlan Iskan, disway, taliban
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram Copy Link
Previous Article WhatsApp Image 2021 08 17 at 23.20.23 PPKM Level 4 Dilanjutkan Hingga 23 Agustus, Pemkot Tangsel Optimis Turun Level
Next Article taliban 1 Pemimpin Taliban: Kami Berbeda dari Taliban 20 Tahun Lalu

TERPOPULER

TERPOPULER
IMG 20260514 WA0113
HeadlineHukum

Kasus Tambang PT AKT, Kejagung Tahan Bos PT CBU

Gaya hidupHeadline
Simak Sejumlah Manfaat Cabai yang Jarang Diketahui
14 May 2026, 19:28
Politik
NasDem Soroti Layanan Kesehatan Jakarta yang Dinilai Masih Jauh dari Harapan
14 May 2026, 17:28
Headline
AFC Hukum Persib Rp3,5 Miliar dan Sanksi Tanpa Penonton
14 May 2026, 13:21
Headline
Disorot karena Main Game dan Merokok Saat Rapat, Anggota DPRD Jember Minta Maaf
14 May 2026, 15:33
Ipol.idIpol.id
Follow US

IPOL.ID telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor 1084/DP-Verifikasi/K/IV/2023
https://dewanpers.or.id/data/perusahaanpers

Copyright © IPOL.ID. All Rights Reserved.

  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Logo Ipol.id Logo Ipol.id
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?