Fakta itu menimbulkan pertanyaan apakah ada keterlibatan resmi Kerajaan Arab Saudi dalam serangan 9/11. Fatalnya, timbul pertanyaan apakah Pemerintahan AS telah menutupi ini sejak lama untuk melindungi rekan sekutunya.
Sementara itu, BBC melaporkan, dokumen setebal 16 halaman tersebut banyak disunting. Tudingan ini didasarkan pada wawancara dengan sumber yang identitasnya diklasifikasikan (terdaftar sebagai PII) dan menguraikan kontak antara sejumlah warga negara Arab Saudi dan dua pembajak pesawat, Nawaf al-Hazmi dan Khalid al-Midhar.
Para pembajak menyamar sebagai pelajar untuk memasuki AS pada tahun 2000. Memo FBI mengatakan bahwa mereka kemudian menerima dukungan logistik yang signifikan dari Omar al-Bayoumi, yang menurut saksi mata sering berkunjung ke Konsulat Saudi di Los Angeles, meskipun status resminya pada saat itu sebagai mahasiswa.
Bayoumi memiliki “status sangat tinggi” di konsulat. “Bantuan Bayoumi untuk Hamzi dan Midha antara lain penerjemahan, perjalanan, penginapan dan pembiayaan,” sebut memo itu.
