AP menyebutkan, pasangan kembar itu jarang bertemu selama beberapa dekade sampai mereka berusia 70 tahun, ketika mereka terhubung kembali dan mulai melakukan ziarah bersama.
Menurut National Institutes of Health (NIH), berapa lama seseorang hidup diperkirakan dipengaruhi oleh genetika, lingkungan, dan gaya hidup. Para ilmuwan telah mempelajari centenarians (orang yang hidup sampai 100 tahun) dan “supercentenarians” (orang yang hidup sampai 110 tahun dan lebih) untuk lebih memahami faktor-faktor yang berkontribusi pada rentang hidup yang panjang.
Live Science sebelumnya mencatat, varian genetik yang telah dikaitkan dengan rentang hidup yang lebih lama termasuk varian dalam gen ABO, CDKN2B, APOE dan SH2B3. Varian ini ditemukan lebih umum pada orang yang berusia seratus tahun daripada orang dengan rentang hidup rata-rata.
Studi lain baru-baru ini menemukan bahwa centenarian mungkin memiliki bakteri usus khusus yang membantu menangkal infeksi.
