Pada kelompok intervensi, 7,62% orang memiliki gejala mirip COVID-19, dibandingkan 8,62% pada kelompok kontrol. Para peneliti mengumpulkan sampel darah dari hampir 11.000 peserta, dan menemukan bahwa intervensi tersebut mengurangi infeksi gejala COVID-19 sebesar 9,3%.
“Hasil kami tidak boleh dianggap menyiratkan bahwa masker hanya dapat mencegah 10% kasus COVID-19, apalagi 10% kematian COVID-19,” tulis para penulis dalam makalah tersebut. Itu karena intervensi hanya menyebabkan 29 orang dari setiap 100 orang memakai masker.
