Sejauh ini, omsetnya sehari kalau sedang ramai bisa menghabiskan 100 sampai dengan 200 rice box. Selain itu, dia juga bermain di sosial media seperti Instagram (manadong.id) untuk melebarkan market. Sejak pandemi, imbasnya sangat terasa bagi dunia usaha khususnya restoran, makanan cepat saji.
“Dampak pandemi sangat terasa bagi kami pelaku usaha, apalagi pas buka pertama kali pas pandemi, ketika PSBB longgar kita terus fokus di rice box yang eye catching. Saya desain boxnya dengan warna merah (cabe) dan biru (laut),” katanya.
Karena, lanjut dia, memang awalnya takut membuka usaha, karena bertepatan baru buka usaha pas Pandemi COVID-19. “Untung November kasusnya turun, kita semua harapkan Pandemi ini cepat berlalu,” harap perempuan berdarah Bangka dan Jakarta itu.
Total saat ini, Manadong telah memiliki sebanyak 20 karyawan dari 6 outlet. “Ke depan sih inginnya melebarkan sayap ke Bandung dan Solo,” tutupnya. (ibl)
