Ada tujuh areal service di seluruh cabang atau divisi regional Damri. Di antaranya, urban transportation, intercity transportation, cross country transportation, airport shuttle transportation, tourism transportation, logistic transportation dan pioneer transportation.
Damri telah terintegrasi dengan seluruh modal transportasi, baik di darat, laut maupun udara. Integrasi Damri tak hanya di pelayanan komersial, tetapi juga pelayanan penugasan. Seperti keberadaan stasiun Wojo dan Tugudi Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Yogyakarta.
Lalu dalam mendukung tol laut, Damri bekerjasama dengan ASDP dan Pelni menjadi feeder angkutan darat yang mendistribusikan barang sampai ke tangan konsumen. Sebagai pendukung armada transportasi darat, Damri juga sudah interkoneksi.
“Selain sebagai perusahaan yang menghasilkan laba, Damri harus menjadi agent of development atau agen pengembangan bagi daerah-daerah yang masih butuh pengembangan lebih lanjut atau dikenal 3TP,” paparnya.
Dilihat dari komposisi bisnisnya, Damri tetap harus mengandalkan pelayanan komersial. Ini mengingat dari pelayanan penugasan (perintis), Damri hanya memperoleh komposisi tertingginya sebesar 14 persen pada 2019. Sisanya adalah harus terjadi cross subsidi pada perintis ini.

