Memang, kata Wiweka, INASGOC pernah melibatkan LADI. Namun, ungkapnya, hanya saat test event Asian Games 2018 saja. Itupun hasilnya kurang memuaskan.
“INASGOC tidak menggunakan LADI karena memang tidak profesional.
Makanya, INASGOC mengambil keputusan melakukan kerjasama dengan PWC atas pertimbangan agar pelaksanaan Asian Games 2018 sukses. Apalagi, PWC itu mendapatkan rekomendasi OCA dan Komite Olimpiade Internasional (IOC),” katanya.
Tolak tawaran pembelian botol sample urine
Yang lebih mengejutkan lagi, Wiweka secara tegas menyebut sangat tidak benar klaim Zaini jika Asian Games 2018 bisa terselenggara karena peran LADI dalam melobi WADA agar banned Indonesia dicabut.
“LADI mendapat sanksi WADA saat perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX Jawa Barat 2016 karena memeriksakan sampel doping ke Labkesda (Laboratorium Kesehatan Daerah) yang tidak terakreditasi oleh WADA,” katanya.
Mantan Kepala Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) Mintohardjo Jakarta ini juga menceritakan mengenai botol sample urine yang digunakan saat Asian Games 2018 sempat mendapat tawaran dari distributur yang biasa digunakan LADI. Tetapi, penawaran itu ditolak dan INASGOC memutuskan langsung impor dari Jerman.
