Selanjuntya, mitigasi risiko untuk mengantisipasi potensi kualitas kredit juga tercatat baik sehingga CKPN dinaikkan sampai 45,2 persen yoy. “Ini menunjukkan Himbara sangat agresif melakukan mitigasi risiko.”
Muhammad Khoerur juga mengungkapkan bahwa Himbara berhasil dalam penerapan manajemen CASA sehingga bisa tingkatkan rasio dana murahnya.
Dampaknya, BOPO dapat diturunkan dari 82 persen menjadi 76 persen. Mitigasi risiko kredit juga dilakukan bagus, NPL coverage juga naik dari 188,3 persen jadi 224 persen.
“Kinerja Himbara tahun 2021 sampai Q3 ini adalah kinerja yang sudah memotret manejemen risiko yang bagus sehingga semoga tidak menyimpan bom waktu di kemudian hari dan masih bukukan bottom line yang bagus dibanding tahun lalu,” pungkas Muhammad Khoerur.
Peran CFO menegaskan dalam menjaga kinerja perusahaan yang positif tidak terlepas dari peran CFO. Apalgi sebagai perusahaan terbuka yang selalu dipantau oleh stakeholder.
“Sebagai perusaan publik kita sering dihubungkan dengan market cap (kapitalisasi pasar). Jadi untuk lindungi nilai perusahaan, indikator yang perlu kita optimalkan adalah bagaimana CFO berperan dalam meningkatkan market cap,” jelasnya dalam virtual seminar LPPI itu.
