Tiar Nabilla Karbala lahir dari keluarga pengusaha transportasi bus ternama yang berasal dari Tasikmalaya, Jawa Barat. Namun, Tiar lebih suka memulai bisnisnya sendiri. Lulus dari SMAN 28 Jakarta, ia melanjutkan pendidikan di Institut Teknologi Bandung (ITB) jurusan Business & Management. Setahun setelah lulus kuliah, tepatnya tahun 2012, Tiar terbang ke Inggris untuk melanjutkan kuliah di London School of Economics (LSE) mengambil program Accounting (master’s degree).
Penggemar pelajaran Matematika dan Fisika ini kembali ke Indonesia tahun 2013, dan di tahun 2014 berkesempatan untuk berkarier di JP Morgan Chase Bank sebagai Product Management.
“Saya resign dari JP Morgan tahun 2018, karena ingin masuk dunia start up. Kebetulan, saya diminta untuk bantu teman membangun perusahaan start up warehouse-nya. Tahun 2019, saya bertemu kembali dengan teman lama bernama Rega. Dia sedang punya rencana untuk bikin peer-to-peer bernama Restock.ID. Ya sudah, saya bergabung. Saat itu posisi saya sebagai early funder dan early investor dan belum bisa bergabung di operasional kantor, karena di saat yang sama lagi membangun peer to peer lain yang mirip dengan Restock.ID. Baru pada pertengahan 2020 saya bergabung sebagai komisaris Restock.ID,” jelas Tiar.
