Menurutnya mengkomunikasikan program jauh lebih sulit dalam membuat program/kebijakan itu sendiri. “ Karenanya komunikasi dan pembuatan program harus setara dan selevel, manajemen harus memahami ini,” kata Asmono.
Ia menambahkan transformasi digital juga harus dipahami dengan cepat oleh insan PR. “PR harus memanfaatkan digitalisasi harus bijak, jangan menjadi objek tapi subyek biar mampu memanfaatkan digitalisasi dengan baik dan berdampak untuk masyarakat,” tegasnya.
Terakhir ia berpesan pada insan PR agar tidak boleh minder dan harus terus memperkuat dan mengasah kompetensi. Salah satu caranya adalah dengan menggelas ajang-ajang jamboree PR Indonesia seperti ini yang telah diselenggaraan secara regular dan berkelanjutan.
Sebagai informasi PR Indonesia Group menggelar Jambore PR Indonesia (Jampiro) ke-7. Dalam event ini, digelar berbagai seminar dan penguatan kompetensi selama tiga hari. Dimulai pada Rabu-Jumat (8-10 Des).

